Menikmati Baksoku Sawojajar dan Es Yoga di kota Malang, sedap tenan..!!

Minggu pagi berangkat ke Blitar dari Waru – Sidoarjo, dengan menggunakan angkutan umum yang murah dan efesien. Apalagi kalau bukan KA, salah satu kendaraan umum yang telah mengalami perbaikan di segala posisi. Surabaya – Blitar hanya cukup membayar Rp.5.500,-/orang, sungguh harga yang sangat murah-meriah. Waktu mau melintas kota Malang, dan iseng share titik koordinat posisi stasiun Lawang di group WhatsApp JatimOtoBlog. Ech…ternyata disambut Kang Sugi (Juragan SPG), langsung diPortal untuk turun di Stasiun Kota Lama – Malang. Pk.11.27wib KA Penataran telah tiba di Stasiun Kota Lama, ternyata sudah ditunggu di parkiran depan stasiun sama kang Sugi. Dengan motor nex white, tancap gas ke Baksoku yang berada di Jl. Danau Sentani H1 B32 sawojajar, Malang(kalau gak salah) maklum PB tidak begitu hafal jalanan kota Malang, kecuali jalan-jalan utama saja.

Meskipun tempat kiosnya sangat sempit, namun pengunjungnya sangat ramai sekali. Bahkan rela bergantian untuk menunggu mendapatkan tempat duduk, untuk pemilihan menu kita di bebaskan dalam mengambil isi mangkok sesuai dengan selera. Biasa orang menyebutnya dengan metode Prasmanan, dimana bebas mengambil menu kesukaan sendiri. PB ambil 3 pentol halus + 1 pentol kasar + 1 tahu basah + 1 siomay basah, so harganya silahkan di hitung sendiri (sesuai dengan price list). Rasa baksonya memang lezat, kuahnya pas dengan di lidah. Untuk Rasa pentolnya memang memiliki khas sendiri, seperti ada serat-serat keras dalam gigitan dan terasa gurih. Over All memang sedap betul bakso ini, pantas saja pelanggannya ramai sekali.

Lalu minumnya dengan mengambil menu “Es Yoga”, namanya memang unik. Sayang maksud dari arti tersebut apa, belum tahu pasti. Kalau PB bilang mirip dengan es oyen, cara penyajian dan isi buah-buahan yang ada di dalam mangkok tersebut. Habis makan bakso, lalu dilanjut dengan minum ini. Sungguh kenikmatan yang tiada tara, untuk harga Es Yoga Rp.5000,-/porsi.

Satu lagi yang unik, selesai makan cara membayarnya adalah dengan menuliskan apa saja yang kita makan tadi dalam nota kecil yang telah tersedia di atas meja(lihat gambar pertama). Jadi bukan kasir yang menghitungnya, melainkan kita sendiri yang menuliskan semuanya apa yang telah kita makan. Disini kejujuran telah di uji, nah kalau tidak sengaja lupa apa saja yang dimakan atau memang sengaja curang?Wallahu a’lam…semoga pada jujur semua 😆 Sekali lagi terimakasih buat Kang Sugi sudah mentraktir PB dan mengantarkan lagi hingga ketempat berganti angkutan, hehehe… 😉

64 Komentar

Tinggalkan Komentarnya,kawan!!