Tidak hanya puas berkendara bersama AEROX di masa-masa awal, Gofar pun kemudian berinisiatif untuk coba mengulik dan memberikan sentuhan modifikasi pada AEROX-nya itu. Gofar pun akhirnya belajar dunia modifikasi pertama kali bersama Ian Juno, seorang automotive enthusiast dan modifikator yang mengajari Gofar berbagai style modifikasi, khususnya modifikasi Monoshock.

“ Dari generasi pertama hingga AEROX ALPHA sekarang, motor ini terbukti jadi paket lengkap yang beneran anti-mainstream karena mampu menggabungkan desain agresif, performa mesin 155cc yang gak kaleng-kaleng, dan fungsinya yang fleksibel banget. Buat saya, AEROX ALPHA adalah evolusi paling radikal yang pernah dihadirkan oleh Yamaha. Teknologi YECVT, fitur canggih TFT Infotainment Display dengan Turn-by-Turn Navigation bikin motor ini semakin terasa fun. Motor ini juga manjur jadi ‘obat ganteng’ karena sangat ideal untuk dimodifikasi sesuai dengan karakter penggunanya. Jadi kalau menurut saya, Yamaha AEROX dari generasi ke generasi, dan khususnya AEROX ALPHA memang layak sih menyandang predikat sebagai motor yang bikin style anak muda jadi ganteng MAXimal,” ujar Gofar Jagoan.
Mengawali perjalanannya bersama “Cleo” sebagai AEROX generasi pertama yang dimodifikasinya, Gofar mulai bereksperimen dengan modifikasi monoshock dan menggunakan pendekatan plug and play (PNP) yang sederhana namun kreatif di tengah keterbatasan finansialnya. Meskipun masih memiliki banyak kekurangan pada modifikasinya, namun dari proyek ini, Gofar pun langsung berhasil meraih juara 1 di ajang CustoMAXi regional 2019, sekaligus menjadi inspirasi bagi modifikator muda.
Lewat pencapaiannya itu, Gofar pun pada akhirnya langsung mempercayakan Yamaha AEROX sebagai motor yang tidak hanya memuaskan hasrta berkendaranya yang mencari nilai sport dan agresif, namun tetap nyaman untuk dibawa harian. Akan tetapi, Gofar merasa bahwa AEROX juga memiliki keistimewaan sebagai motor sport scooter yang mudah untuk dimodifikasi dan dikreasikan secara anti-mainstream.
Kepercayaan Gofar pada AEROX pun akhirnya berlanjut pada “Cony”, AEROX generasi kedua yang menjadi bahan eksperimennya dengan mengusung konsep “Moge Looks” dengan pendekatan yang lebih matang, mulai dari kembali menggunakan monoshock dengan travel terbatas, geometri lowered, serta kombinasi velg besar yang mempertegas tampilan layaknya motor sport kelas besar. Hasilnya, ia kembali menorehkan prestasi nasional sebagai juara Master Class CustoMAXi 2023.
Puncak eksplorasinya hadir pada proyek “Dolphin” berbasis AEROX ALPHA generasi ketiga di tahun 2025. Pada tahap ini, Gofar berani mengadopsi aliran Japanese Lowered Static Scooter yang menuntut presisi tinggi dan keberanian teknis. Bahkan, saat tren air suspension sedang populer, Gofar pun tampil pede dengan statik ekstrem yang bukan lagi mengejar kenyamanan, melainkan manifestasi passion berkendara yang tak kenal kompromi. Dengan sentuhan visual artistik seperti livery hitam-putih dan grafis ikonik, proyek ini kembali mengukuhkan eksistensinya lewat raihan juara 2 pada CustoMAXi 2025 kemarin. Thanks 🙂






