Aktivitas MTBN Kalimantan ini menjadi lebih spesial karena para peserta berkesempatan emas untuk bertemu langsung dengan satwa endemik orang utan di habitat aslinya, yaitu di Taman Nasional Tanjung Puting pada hari kedua. Perjalanan menuju destinasi tersebut juga tidak kalah menarik karena para peserta perlu menuju daerah Pelabuhan Kumai dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Kelotok (perahu tradisional khas Kalimantan) untuk menyusuri aliran Sungai Sekonyer yang membelah lebat hutan hujan tropis.

“ Lini skutik MAXi Yamaha memang selalu jadi skutik yang cocok banget buat riding jarak jauh kaya MTBN Kalimantan ini terutama NMAX “TURBO” karena dari segi performa, motor ini pakai teknologi YECVT yang bikin akselerasi dan deselerasi instan jadi waktu mau nyalip kendaraan lain dan nikung itu tanpa ragu sedikitpun dan berkat mesin 155 cc dan teknologi VVA bikin motor ini tetap responsif di RPM tinggi sehingga untuk capai kecepatan maksimal jadi lebih mudah apalagi di track khas Kalimantan yang lurus dan panjang serta fitur ABS dan suspensinya yang sangat membantu untuk libas jalur ini,” ujar Fadli, pengendara NMAX “TURBO” Tech Max pada MTBN Kalimantan.
Selama dua hari perjalanan, peserta melewati berbagai karakter jalan mulai dari jalur antarkota, lintasan panjang yang membelah kawasan hutan dan perkebunan, hingga jalan perkotaan di Pangkalan Bun. Namun, didukung posisi berkendara, performa mesin, serta fitur-fitur modern khas MAXi Yamaha, seluruh perjalanan dapat dinikmati dengan nyaman saat mengeksplorasi setiap destinasi yang dikunjungi.
Berakhirnya etape Kalimantan kembali menegaskan bahwa MAXi Tour Boemi Nusantara bukan sekadar perjalanan touring jarak jauh, tetapi sebuah pengalaman untuk menikmati Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Melalui setiap kilometer perjalanan, Yamaha terus mengajak para pengguna skutik premium MAXi Yamaha mengeksplorasi keindahan alam, mengenal kekayaan sejarah dan budaya, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang menjadi bagian dari pesona Boemi Nusantara. Thanks 🙂






