Toyota Motor Manufacturing Indonesia Expertise Exhibition 2026: DRAVIXA Jadi Inovasi AI Unggulan Menuju Era Software-Defined Vehicle

Diposting pada
  • Mark Alexander Ierwanto

Project Leader – Robotics Engineering

Mark memimpin pengembangan DRAVIXA sekaligus bertanggung jawab terhadap perancangan konsep, arsitektur sistem, dan integrasi keseluruhan modul menjadi sebuah ekosistem AI Smart Co-Pilot yang utuh. Ia memastikan seluruh komponen perangkat keras, perangkat lunak dan kecerdasan buatan bekerja secara terpadu sesuai visi Software-Defined Vehicle.

  • Marcell Darren Febriyan

AI Voice Command Engineer – Computer Engineering

Marcell mengembangkan sistem AI Voice Command, yaitu antarmuka percakapan yang memungkinkan pengemudi berinteraksi dengan kendaraan secara alami menggunakan suara. Pengembangan ini menjadi salah satu pengalaman pengguna (user experience) dalam DRAVIXA.

  • Matthew Ricardo Gunawan

Computer Vision Engineer – Automotive Engineering

Matthew bertanggung jawab mengembangkan Driver Monitoring System (DMS) berbasis Computer Vision, yang memungkinkan sistem memahami kondisi pengemudi secara real-time dan memberikan dukungan terhadap aspek keselamatan berkendara.

Kolaborasi Multidisiplin Menjadi Kunci Keberhasilan DRAVIXA menunjukkan bahwa inovasi otomotif modern tidak lagi dapat dibangun oleh satu bidang ilmu saja. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama Tim BINUS-ASO selama mengikuti Toyota Software Academy Indonesia 2026.

Sebuah Gambaran Talenta Masa Depan Indonesia

Lebih dari sekadar sebuah proyek kompetisi, DRAVIXA memperlihatkan bagaimana mahasiswa Indonesia mampu menerjemahkan konsep Software-Defined Vehicle menjadi sebuah prototipe yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif global.

Keikutsertaan mereka dalam TMMIN Expertise Exhibition 2026 juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya menarik secara teknis, tetapi juga memiliki arah yang sejalan dengan transformasi mobilitas masa depan.

Melalui DRAVIXA, tiga mahasiswa asal Indonesia ini tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan Artificial Intelligence, tetapi juga memperlihatkan bahwa generasi muda Indonesia siap berkontribusi dalam era kendaraan cerdas yang akan semakin didominasi oleh perangkat lunak. Thanks ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Komentarnya,kawan!!