PotretBikers.com – Meskipun bisa dibilang di ujung paling timur pulau Jawa, namun ternyata SMK Muhammadiyah 2 Genteng memiliki kualitas pendidikan yang cukup maju. Maka dari itu Rangkaian New Honda Vario Evo 160 Riding Experience Regional Jawa di Banyuwangi tidak hanya mengajak blogger dan vlogger dari berbagai daerah di Indonesia yang berkumpul di Banyuwangi untuk merasakan pengalaman berkendara dengan produk terbaru Honda, tetapi juga memperkenalkan pembinaan pendidikan vokasi yang dilakukan Honda bersama sekolah. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para blogger dan vlogger mengunjungi SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi, pada pekan lalu.
“ Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekolah binaan Honda serta program pendidikan vokasi yang dijalankan. SMK Muhammadiyah 2 Genteng merupakan salah satu sekolah binaan pada program pendidikan vokasi. Melalui kunjungan ini, kami ingin memperkenalkan lebih dekat profil sekolah, fasilitas pembelajaran, serta aktivitas siswa dalam mengembangkan kompetensi Teknik Sepeda Motor Astra Honda. Hal ini juga menjadi bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri, di mana kolaborasi Honda bersama dunia pendidikan terus kami dorong untuk memberikan manfaat bagi generasi muda,” ujar Suhari, Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk mengenal lebih dekat SMK Muhammadiyah 2 Genteng yang merupakan salah satu sekolah binaan MPM Honda Jatim dengan Konsentrasi Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda.
Melalui program pembinaan vokasi, Honda bersama jaringan Main Dealer mendukung pengembangan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri sepeda motor. Siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga dibekali keterampilan teknis dan pengalaman praktik dengan mengacu pada standar industri.
Menurutnya, pendidikan vokasi merupakan bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri untuk membantu mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
“ Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan vokasi tidak hanya mengenai pembelajaran teknis, tetapi juga bagaimana sekolah bersama industri membangun kompetensi siswa agar memiliki keterampilan yang relevan dan siap berkembang setelah menyelesaikan pendidikan,” tambahnya.






