Thanks To Mas Dayat (Penyemplak Honda CB 100 dari Kepanjen – Malang) BrotherHoodmu sungguh tanpa batas !!

Sebuah artikel ini ditujukan kepada sodara sesama Bikers, dimana yang telah menolong PB dalam masalah besar tempoe hari di daerah Pakisaji – Malang. Bermula dari perjalanan PB dari kota pinggiran Blitar, untuk menuju ke kota Surabaya dengan menempuh menggunakan motor lawas (si JuLe). Waktu berangkat dari rumah, sudah menjadi kebiasaan PB jika mengechek beberapa titik rawan motor bermasalah. Khususnya yang bermasalah juga ini, dalam artian waktu berangkat tadi sempat di chek baik-baik saja dan tidak ada gejala aneh yang muncul (misal oblak). Namun di daerah Pakisaji – Malang, tiba-tiba di hadang banjir yang lumayan parah (lihat photo dibawah ini) πŸ™

Banjirnya sudah mirip arus sungai πŸ™ .

Sungguh luar biasa mengerikan jika teringat banjir kala itu, sepanjang jalanΒ Β±5km yang biasanya terlihat sebagai jalan protokol propinsi. Tiba-tiba tertutup air yang mengalir deras dan sudah mirip sungai pindah dijalanan, bahkan sampai pasir dan batu-batu kecil ikut hanyut terbawa arus derasnya πŸ™ .

Sebetulnya untuk mesin si JuLe masih sanggup untuk melintasi derasnya aliran air banjir tersebut, meskipun disepanjang jalan ini banyak yang menyerah dan pilih memberhentikan kendaraanya di pinggir jalan. Bahkan ada beberapa mobil juga harus menyerah dengan keadaan, dan mesinpun mati (banyak dari jenis Daihatsu Esspass, pick-up & Suzuki Carry) kalau untuk jenis motor di dominasi bebek ( Suzuki Shogun, Honda Supra, dsb).

Padahal si JuLe sudah berhasil melintasi sekitarΒ Β±3km’an dari total banjir tersebut, namun tiba-tiba ban belakang serasa seperti ban bocor (geal-geol nganan-ngiri). Terlihat di tepi jalan ada bengkel tambal ban yang masih buka, Ahamdulillah pikir PB terselamatkan πŸ™ . Ternyata setelah di chek di tukang tambal ban, nggak ada gejala ban kempes dan bocor. Ternyata baut gir belakang hilang 3 biji dari total 4biji, sungguh kejadian yang kurang masuk akal πŸ˜₯ . Padahal di 4 baut tersebut ada plat pengunci bautnya, namun setelah dichek tinggal 1 biji saja yang masih namplok di braket gir belakang πŸ™ . Karena di tukang tambal ban nggak ada alat dan spare part yang memadai, alhasil PB terus melaju dengan menuntun si JuLe ke arah Malang kota guna mancari bengkel yang kali saja masih buka.

Alhamdulillah, selang menuntun si JuLeΒ Β±400 meter dengan menerjang banjir yang semakin berat ketika ada truck/bus melewati dari arah belakang/depan. Tiba-tiba dari belakang disapa “Ada masalah apa,mas motornya??” tanya mas Dayat dengan menunggang Honda CB 100. “Baut Gir belakang hilang,mas” jawab PB. Mas Dayat bilang ” Ya wes sampean numpak, tak stut buat nyari bengkel di depan sana” (ya sudah, kamu naik tak dorong dari bekalang dengan motor untuk nyari bengkel). Padahal sebelumnya ada beberapa Bikers juga yang naik motor sport dengan lengkap side box & top box, namun melintas begitu saja dan justru membetot gasnya sambil riding berdiri menerjang banjir :mrgreen:

Namanya nyetut dengan membelah banjir, ya lumayan berat dan sulit pastinya. Dengan keadaan lalu lintas yang cukup ramai juga, tiba-tiba ada 2 sodara Bikers dengan menunggang Honda Beat mencarikan jalan/membuka jalan. Sayangnya ketika ketemu bengkel, mereka langsung melanjutkan perjalanan (jadi tak sempat berkenalan) TerimakasihΒ ya, mas bro & mbak sistΒ πŸ˜€ . Ndilalah ketika ketemu bengkel yang masih buka, spare partnya juga tak ada dan sudah dicoba untuk di carikan oleh mas Dayat ternyata bengkel yang dimaksud juga sudah tutup. Maklum PB melintas pk. 20.00wib’an, so diputuskan si JuLe ditinggal dibengkel dan PB di anter oleh Mas Dayat ke terminal Arjosari dengan menunggang Honda CB 100 yang bener-bener ngeri-ngeri sedaaappp!! Pasalnya motornya juossss bener, meskipun tampang Honda CB 100 tapi PB yakin dalemanya sudah tak perawan lagi :mrgreen: . Kalau di betot gasnya, serasa mau jumpink mulu. Padahal buat boncengan berdua, hehehe…sungguh ngeri-ngeri sedap dach… Blaaaarrr-blaaarrrr πŸ˜€

Artikel sederhana ini hanya secercah ungkapan rasa kagum terhadap Mas Dayat, yang nobatene sebelumnya belum kenal sama sekali. Namun sudah mau membantu semua permasalahan PB, hingga tuntas dan beres semuanya. Sungguh BrotherHoodmu tanpa batas, tanpa memandang kubikasi, merk,dsb!! Terimakasih banyak buat Mas Dayat, semoga Allah membalas ketulusan hatimu dengan berlimpah rahmatNya. Amin…. πŸ˜€

24 Komentar

        • Itu betul sekali,kang…ada beberapa anggota community Motor Sport yang lengkap Top Box & Side Box, malah cuma lewat sambil berdiri doang(alhasil air muncrat di saya)hiksss….disana kada yang merasa sedih, kalau nggak mau nolong…lewatnya yang sopan dong πŸ™

  1. Nice artikel masbro! Semangat brotherhood antarbikers seperti ini harus lebih sering lagi….. Gusti Pangeran yang membalas kebaikan mas dayat…. Sampean seng sabar sisan masbro πŸ˜‰

Tinggalkan Komentarnya,kawan!!