MAXi Tour Boemi Nusantara Rangkum Pesona Alam, Budaya, dan Kuliner Khas Bengkulu dalam Satu Perjalanan

Diposting pada

Rute perjalanan MTBN etape kedua yang mengeksplorasi wilayah bumi rafflesia dapat menjadi referensi menarik bagi para bikers. Selain punya jalur-jalur yang menarik, Bengkulu juga memiliki beragam hidden gems lainnya yang sangat cocok untuk diabadikan dan dirayakan.


Berikut ini adalah deretan spot dan jalur touring yang dapat dieksplor dan dijelajahi dari perjalanan MAXi Tour Boemi Nusantara Bengkulu:

  1. Jalur Liku 9

Jalur Liku 9 merupakan salah satu ruas jalan paling ikonik di Bengkulu yang dikenal karena tikungan tajamnya yang membelah lanskap Bukti Barisan. Jalur ini bukan sekadar akses transportasi, melainkan pengalaman visual yang menghadirkan hamparan hutan tropis, dan kabut tipis yang kerap menyelimuti di pagi hari. Dikenal sebagai jalur yang menantang, Liku 9 selalu mampu memberikan daya tarik wisata berkat pola jalan berkeloknya yang unik, sekaligus menyuguhkan pemandangan hutan yang masih asri.

2. Sungai Trokon

Sungai Trokon adalah aliran sungai alami yang mengalir di tengah kawasan hutan Bengkulu dengan kejernihan air yang luar biasa. Dikelilingi bebatuan besar dan vegetasi lebat, sungai ini menghadirkan suasana yang tenang dan menyegarkan, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Airnya yang bening, lokasinya yang relatif terpencil, dan minim polusi menjadikan Sungai Trokon sebagai tempat relaksasi, trekking, hingga sekadar menikmati keaslian alam yang masih terjaga.

  1. Danau Mas Harun Bastari

Danau Mas Harun Bastari merupakan destinasi wisata unggulan di Rejang Lebong yang menawarkan perpaduan antara danau dan panorama perbukitan hijau. Salah satu keistimewaannya adalah keberadaan air terjun yang langsung mengalir ke dalam danau, menciptakan pemandangan yang unik dan jarang ditemukan. Suasana sejuk dengan kabut tipis yang sering muncul di pagi hari, menambah kesan magis dan asri yang sangat pas untuk menjadi tempat rekreasi dan mengabadikan momen.

  1. Kebun Teh Kabawetan

Kebun Teh Kabawetan merupakan salah satu lanskap perkebunan teh paling ikonik di Bengkulu yang terletak di wilayah Kepahiang. Hamparan tanaman teh yang tertata rapi menciptakan lanskap permadani hijau yang luas dan menenangkan. Kawasan ini telah berkembang sejak masa kolonial Belanda, menjadikannya bagian dari sejarah panjang industri teh di Indonesia. Hingga kini, aktivitas pemetikan teh masih banyak dilakukan secara tradisional, menghadirkan pengalaman autentik yang berkesan.

5. Pantai Sungai Suci

Pantai Sungai Suci menawarkan pemandangan laut lepas Samudra Hindia yang berpadu dengan tebing karang dan sebuah pulau kecil yang terhubung oleh jembatan gantung. Ombaknya yang besar menciptakan suasana khas pantai barat Sumatra yang liar dan eksotis. Nama “Sungai Suci” sendiri berasal dari aliran air tawar di kawasan ini yang dipercaya memiliki nilai spiritual oleh masyarakat setempat, menambah dimensi budaya pada keindahan alamnya.

  1. Olahan Khas Pendap

Pendap merupakan kuliner khas Bengkulu yang terbuat dari ikan yang dibumbui rempah-rempah kemudian dibungkus dengan daun talas dan dimasak dalam waktu lama. Berbeda dari kebanyakan makanan Nusantara yang menggunakan daun pisang, penggunaan daun talas memberikan aroma dan karakter rasa yang khas. Proses memasaknya yang bisa berlangsung berjam-jam menghasilkan cita rasa yang kompleks perpaduan gurih, asam, dan sedikit pahit yang unik.

  1. Sirup Jeruk Kalamansi

Sirup jeruk kalamansi adalah minuman khas Bengkulu yang dibuat dari buah jeruk kecil beraroma kuat dengan rasa asam yang menyegarkan. Tanaman kalamansi sendiri dipercaya berasal dari kawasan Asia Timur hingga Asia Tenggara, lalu menyebar ke Bengkulu melalui jalur perdagangan sejak masa kolonialisme Inggris. Karena sifatnya yang mudah rusak, jeruk kalamansi banyak diolah menjadi olahan sirup buah yang sangat cocok diminum di siang hari untuk mengusir rasa panas dan dahaga.

  1. Perkusi Musik Dhol

Perkusi musik Dhol adalah salah satu ekspresi budaya khas Bengkulu yang dimainkan menggunakan alat musik tabuh besar bernama dhol. Musik ini identik dengan Festival Tabot, yakni perayaan setiap 1–10 Muharram untuk memperingati kisah gugurnya cucu Nabi Muhammad, Husein bin Ali, di Karbala. Tradisi ini dibawa oleh komunitas keturunan India pada masa kolonial dan berkembang menjadi ritual budaya khas Bengkulu, ditandai dengan arak-arakan bangunan Tabot serta tabuhan dhol yang ritmis dan menghentak.

Setelah sukses menikmati petualangan di Bumi Rafflesia, rangkaian MTBN 2026 selanjutnya akan berlanjut ke Kota Tapis Berseri, Lampung, yang akan digelar pada pekan ini sebagai destinasi berikutnya dalam semangat menjelajah keindahan Nusantara dari Barat hingga Timur Indonesia. Thanks 🙂

Tinggalkan Komentarnya,kawan!!