Tips memilih Kamera DSLR untuk pertama kali belajar

Mencoba berbagi soal camera lagi, sudah lama tak membahas fotografi. Kelamaan mainan di bidang Otomotif R2 Indonesia, yang tak pernah ada habisnya untuk dibahas tiap hari. Baiklah, kemarin siang PB mendapat SMS dari Mas Widi-Ngawi(silent rider di blog mini PB). Yang meminta masukan dari PB, soal pembelian kamera DSLR untuk belajar pertama kali. Maka dari itu PB buatkan artikel ini, kali saja nanti juga ada yang membutuhkan. Semoga bisa membantu melalui artikel ini πŸ˜‰

numpang narsis, biar beken…xixxixi :mrgreen: .

Inilah beberapa point-point yang harus diperhatikan, ketika pertama kali ingin membeli / berpindah level ke kamera DSLR sebagai berikut:

Budget: Pilih camera DSLR yang baru sesuai dengan budgeting, kalau masih pas-pas’an pilih saja entry level. Jadi tidak perlu muluk-muluk dulu, nanti sambil jalan dengan nabung. Ketika sudah mahir, camera lama bisa dijual dan beli baru / langsung nambah baru lagi dengan tabungan yang cukup. Disarankan beli baru, karena menghindari ketika ada trouble bisa langsung digaransikan. Namanya belajar, kadang ada something wrong juga. Yang sudah mahir saja, terkadang masih ada trouble πŸ˜‰

Merk : Kalau bisa ambil merk yang sudah banyak di gunakan saja, mengingat jangka panjangnya kedepan. Saat mau beli accesories, atau lensa tambahan tidak menyulitkan kita sendiri. Karena dalam belajar, dibutuhkan sesuatu yang terus berkembang nantinya. Selain itu tujuan untuk memilih brand yang sudah banyak digunakan kawan, so bisa saling tukar accesories/lensa untuk belajar. Jangan sampai terbatas merk, dan akhirnya belajar jadi terhambat.

Color : Meskipun dalam Kamera DSLR soal warna itu bisa saja di setting sesuai kehendak, dan tanpa batas bila dibandingkan dengan kamera pocket/sejenisnya. Namun setiap merk, memiliki sifat warna dasar tersendiri. Misal saja Canon: Canon cenderung lebih soft dan lembut. Sedangkan Nikon, memiliki warna dasar lebih keras dan tajam, dst.

Kenyamanan : Sebelum memutuskan untuk membeli, usahakan dulu pinjem teman untuk mengetes beberapa kali jepretan saja. Dari situ bisa di simpulkan, lebih sreg mana ketika memegang antara merk ini, itu,dsb. Serta tentunya saat waktu membandingkan, ya harusnya kamera beda merk namun masih se_level. Misal contoh : Canon 1100D vs Nikon D3100, Nikon D90 vs Canon 60D,dsb.

Itu saja tips dari PB ketika untuk memutuskan menggunakan kamera DSLR pertama kali, semoga saja bisa membantu menentukan arah dan tujuna ketika sedang mau membeli kamera DSLR. Tips ini berlaku bagi para pemula seperti PB, yang sudah mahir & senior abaikan saja. Hehehe… semoga bisa menginspirasi πŸ˜‰ Terimakasih πŸ™‚

BONUS :

Woleesss dulu,om πŸ˜‰ .

104 Comments

  1. Bawa laptop kalo mau beli seken…. cek kualitas jepretan ditempat….. kadang kala kondisi berbeda bisa menghasilkan kualitas berbeda pula

    • Nah ya itu,om…yang repot, soale banyak faktor yang nggak bisa dijadikan patok’an πŸ˜‰ hehehe

      **Paling dasar, chek tombolnya shuter masih empuk gak. Terus waktu beli bawa laptop, check berapa banyak si camera untuk motret, chek fisik masih mulus gak…itu saja, tipsnya dasar πŸ˜‰

    • hahaha, tahu saja mas….(sayangnya dulu pas masih getol mainan model**motret model** kesimpen diLaptop lama yang sudah terjual, dan konyolnya ndak diBackUp dulu) hahaha πŸ˜‰

  2. Jossss. nice share mas PB. Narsis salah satu jalan menunju kepopuleran. Hehe, maksudnya biar orang lain lebih mengenal face kita aja. Ini jurus mas ipan. Traffic bisa naik πŸ˜€

  3. Tempo hari saat saya mau beli Nikon D3200 (pemula) disarankan penjualnya beli D5100 (pemula menengah). Saya nurut saja. Dan ternyata ngga nyesel, secara hasil dari D5100 jauh lebih bagus dari pada D3200.

    Mungkin klasifikasi Nikon cukup mujarab dimana membagi kamera pemulanya menjadi 2, yaitu pemula dan pemula menengah (teknikal).

1 Trackback / Pingback

  1. Kamera DSLR entry level worth it untuk pertama belajar | Potret Bikers.com

Tinggalkan Komentarnya,kawan!!